Pedoman Pengunduhan Benih Dipterokarpa

Tanggal : 6 Februari 2010 Oleh : Aldy. Kategori Kabar Utama.

Pembungaan dan pembuahan jenis-jenis dipterokarpa tidak berlangsung setiap tahun. Periode pembungaan umumnya antara dua sampai empat tahun sekali.

Panen raya jenis-jenis dipterokarpa terakhir terjadi pada bulan Januari – Febuari 2005, jadi selama empat tahun tidak ada bunga dan buah. Panen raya dipterokarpa biasanya diawali dengan adanya musim kering yang panjang.


Musim kering di Asia Tenggara dikaitkan dengan kejadian el-nino di samudra pasifik.
Pada tahun 2009 ini dilaporkan kemunculan fenomena el-nino. Oleh sebab itu setelah lima tahun tidak ada bunga dan buah, pada awal tahun 2010 diramalkan akan terjadi panen raya dipterokarpa.
Panen raya buah jenis-jenis dipterokarpa merupakan fenomena penting bagi kelangsungan hidup jenis-jenis dipterokarpa yang populasinya semakin sempit. Oleh sebab itu panen raya buah harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk berbagai program penanaman dipterokarpa seperti program SILIN dan program konservasi.

Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam bekerjasama dengan berbagai institusi merencanakan untuk melaksanakan eksplorasi buah dipterokarpa saat panen raya yang diprediksi akan terjadi pada awal tahun 2010. Tujuan dari eksplorasi buah dipterokarpa adalah :

  1. Konservasi jenis-jenis dipterokarpa. Dewasa ini baru sekitar 60 jenis dipterokarpa yang telah dibudidayakan, masih ada sekitar 300 jenis yang belum diketahui
  2. keberadaannya. Oleh sebab itu dalam eksplorasi buah dipterokarpa diharapkan dapat dikoleksi sebanyak-banyaknya jenis (species) dari keluarga dipterokarpa.
  3. Membangun sumber benih dipterokarpa. Sumber benih yang dibangun lebh diarahkan sebagai populasi dasar (base population) untuk program pemuliaan lebih lanjut. Oleh sebab itu untuk setiap jenisnya diharapkan benih dapat dikumpulkan dari minimal 30 pohon induk yang tidak berkerabat.
  4. Hasil Studi tudi kekerabatan dan keragaman genetik jenis target dari tiga populasi. Eksplorasi buah dipterokarpa akan dilaksanakan secara serentak di tiga populasi alam. Studi keragaman genetik akan dilakukan pada aspek fenotipik serta aspek biologi molekulernya.
  5. Pengadaan bibit jenis-jenis target. Program SILIN telah dilaksanakan disekitar 25 IUPHHK. Setiap tahunnya diperlukan kurang lebih 5 juta bibit dari jenis target dipterokarpa oleh 6 IUPHHK yang menerapkan sistim silvikultur TPTJ dengan SILIN.
  • Menyeleksi dan menentukan jalan pengunduhan (bisa jalan logging) pada peta sepanjang kurang lebih 25 km (Gambar 1). Penentuan jalan terpilih didasarkan atas kondisi hutan di kiri/kaan jalan yang relatif baik, informasi kelimpahan buah
    di hutan yang dilintasi dan jalan yang tidak terlalu berkelok-kelok.
  • Memplotkan titik stop pada setiap 500 meter jalan di peta (Gambar 1). Bila jalan berkelok, pastikan jalur pengunduhan tidak saling mendekat antar titik stop.
  • Plotkan jalur pengunduhan sepanjang 200 meter titik stop. Titik awal jalur pengunduhan bisa dimulai dari tepi jalan, namun bisa juga melintasi jalan dengan catatan panjang jalur tidak dikurangi dengan lebar jalan.
  • Lakukan pengunduhan pada jalur yang telah ditetapkan. Untuk setiap jenis pohon cukup diambil satu pohon per-jalur. Penetapan pohon terpilih adalah pohon berbuah pertama yang dijumpai dalam jalu (tidak dilakukan seleksi fenotipik).
  • Pohon terpilih selanjutnya pencatatan diameter dan tingginya. Pencatatan dilakukan pada blanko pengunduhan seperti pada contoh Tabel 1. Mengambil herbarium dan buahnya. Usahakan mengambil sedikitnya seratus buah untuk setiap pohonnya. Buah untuk masing-masing pohon disimpan dalam wadah kertas atau plastik dan diberi label : jenis, nomor pohon dan nomor titik stop. Bila jenis tidak diketahui tuliskan Shorea sp 1, 2 dst atau meranti 1, 2 dst. Gunakan herbarium untuk menentukan nama pada jalur berikut bila ada keraguan. Bila sampel herbarium identik, gunakan yang sama untuk setiap jenisnya dari masing-masing titik stop misalnya Shorea sp 1, 2 dst.
  • Pada setiap kantong buah beri label seperti pada contoh Tabel 2, dan beri cocopeat untuk menjaga kelembabannya. Masukkan kantong buah ke dus untuk pengiriman.
  • Usahakan buah dikirim ke lokasi penyemaian tiga hari setelah pengunduhan, dan pengunduhan dapat terus dilanjutkan.

Kegiatan eksplorasi benih ini direncanakan dilakukan di tiga populasi yaitu Kalteng, Kalbar dan Kaltim. Pedoman ini disusun sebagai petunjuk bagi personel pelaksana eksplorasi dalam pengumpulan benih. Pengunduhan akan dilaksanakan pada
saat buah masak yang diperkirakan berlangsung pada bulan Januari – Maret 2010.

TATA CARA PENGUNDUHAN
Agar benih yang dikumpulkan dapat digunakan sesuai dengan tujuan, maka personel pelaksana pengunduhan harus memahami tata cara pengunduhan yang dijelaskan berikut ini :

PENANGANAN BENIH
Perogram pengunduhan benih dipterokarpa pada panen raya 2010 merupakan program P3HKA dalam upaya penyelamatan jenis-jenis dipterokarpa khususnya jenis pohon yang belum ada koleksi secara ex-situ nya. Dewasa ini baru sekitar 60 jenis yang telah ditanam secara ex-situ, masih ada lebih dari 300 jenis yang belum dikoleksi secara ex-situ. Oleh sebab itu buah hasil pengunduhan dapat dikirimkan ke :

PUSAT LITBANG HUTAN DAN KONSERVASI ALAM
JL. GUNUNG BATU NO 5
BOGOR, JABAR
U.p. Ir. Atok Subiakto, MAppSc

Disamping itu kami juga merekomendasikan agar buah hasil pengunduhan juga dibibitkan di setiap isntitusi pengumpulan (HPH, Taman Nasional, UPT Badan Litbang di daerah).
Pengiriman buah sedapat mungkin terlaksana maksimum seminggu setelah pengunduhan agar daya kecambah buah masih tetap tinggi. Sertakan copy blanko pengunduhan, dan label buah pada setiap kantong buah.
Hal utama yang perlu diperhatikan dalam penanganan benih adalah menjaga keutuhan label. Pada saat membuka wadah kiriman, amankan terlebih dahulu label benih. Jangan mencampur benih-benih dari label yang yang berbeda.
Penanganan benih jenis-jenis dipterokarpa harus dilakukan sesegera mungkin setelah benih diterima dari lapangan. Awal dari penanganan benih adalah memotong sayap pada pangkalnya, dengan tidak merusak bagian buah. Kumpulkan benih yang telah dipotong sayapnya pada wadah yang telah diberi label sesuai dengan label pengirimannya.
Selanjutnya benih tersebut segera kirimkan ke persemaian untuk dikecambahkan dan disemaikan.

PENGECAMBAHAN BENIH
Sebelum benih dikecambahkan, sayap buah harus dipotong terlebih dahulu untuk memudahkan penaburan. Benih yang telah dipotong sayapnya dari jenis dipterokarpa yang berukuran kecil (diameter sekitar 1 cm) seperti benih S. leprosula dan S. parvifolia dikecambahkan terlebih dahulu pada wadah/bak kecambah (Gambar 2). Biji meranti berukuran besar (diameter sekitar 2 cm) seperti biji    S. macrophylla dapat langsung ditanam pada wadah penyemaian (polybag atau polytube). Media yang digunakan pada media pengecambagan berupa campuran antara top soil dan sekam padi dengan perbandingan 1 : 1.

Penyapihan dan penyemaian benih Biji yang telah berkecambah dan memiliki sepasang daun atau berumur sekitar 7 – 14 hari dapat disapih pada wadah penyemaian. Penyapihan sebaiknya dilakukan pada saat kotiledon belum terlepas dari semai.
Bibit yang telah disapih selanjutnya diatur pada bedeng persemaian. Pengaturan bibit di persemaian harus didasarkan label pengirimannya. Bila dalam 1 bedeng persemaian ditempatkan bibit dari beberapa nomor pengunduhan, maka harus ada sekat pemisah yang jelas antara barisan bibit dari nomor pengunduhan yang berbeda. Pada sekat pemisah harus diberi label informasi pada label bibit dipersemaian meliputi jenis pohon, nomor pengunduhan, dan tanggal penyemaian.
Wadah bibit di persemaian dapat menggunakan kantong plastik (polybag) berukuran 15 x 20 cm (Gambar 3), atau dengan polytube dengan ukuran yang setara (Gambar 4). Media penyemaian berupa campuran antara top soil dan sekam padi dengan perbandingan 2 : 1.

Persemaian hendaknya diberi naungan paranet dengan intensitas cahaya 75%. Penyiraman harus dilakukan secara teratur pada pagi atau sore hari.

Most Commented Posts

16 Komentar pada : Pedoman Pengunduhan Benih Dipterokarpa

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. alamendah mengatakan:

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    ngamanin jatah dulu. Keknya ngomongin dipterokarpa, meranti, ya?
    alamendah´s last blog ..Pemerintah Indonesia Tawarkan Harimau Sumatera Sebagai Peliharaan My ComLuv Profile

    • Indo Hijau mengatakan:

      Kang Alam selalu saja pertama, bahkan adminnya nggak kebagian.
      Dipterokarpa tidak hanya meranti kang, yang dipanen ini kelompok dipterokarpa.
      Meranti Merah, kuning, putih, batu, melapi, pelapi dan lainnya.

  2. biru selalu mengatakan:

    ngikutin sang kakak;
    (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    biru selalu´s last blog ..Izinkan Biru Selalu Hadir My ComLuv Profile

  3. alamendah mengatakan:

    (maaf) izin mengamankan KETIGA dulu. Boleh kan?!
    kalau gak salah beberapa tumbuhan indonesia yang dari famili dipterokarpa ini banyak yang berstatus langka dan terancam kepunahan, Bang. Contohnya Kruing (kritis), Meranti Kuning (kritis), meranti batu (kritis), juga Tengkawang.
    alamendah´s last blog ..Pemerintah Indonesia Tawarkan Harimau Sumatera Sebagai Peliharaan My ComLuv Profile

    • Indo Hijau mengatakan:

      Kang Alam benar, dari beberapa jenis tersebut diwilayah tertentu memang sudah mulai sulit ditemukan. Kalau Tengkawang Tungkul ( yang buahnya besar ) memang sudah menjelang punah, tetapi kalau tengkawang bukit ( cerindak ) masih banyak ditemukan di hutan kalimantan.

  4. Badruz mengatakan:

    wah baru baca jenis tumbuhan ini. kalau lihat sih kayaknya dah sering lewat tipi.
    salam.

  5. mandor tempe mengatakan:

    Ternyata tidak boleh sembarangan memotong sana-sini ya. Harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

  6. sandi mengatakan:

    wah info yang luar biasa sekali kang…..
    sandi´s last blog ..ANDA BINGUNG MEMILIH OBAT BATUK ? My ComLuv Profile

  7. nurhayadi mengatakan:

    Dipterokarpa itu boso jawanya apa to pak aldi, awam aku tentang ini.

  8. luthfie fadhillah mengatakan:

    kurang ngerti… tp oke juga TOP de
    luthfie fadhillah´s last blog ..MotorKu Ilang My ComLuv Profile

  9. Mamah Aline mengatakan:

    apabetul meranti mas, ternyata pengunduhan dan pembibitan pun harus hati-hati dan ada aturannya
    Mamah Aline´s last blog ..secangkir kopi dan setangkup cinta My ComLuv Profile

  10. M Mursyid PW mengatakan:

    Baru denger. Tanaman apaan tu, Mas?
    M Mursyid PW´s last blog ..Genap Setahun Berjodoh Dengan WP My ComLuv Profile

  11. darahbiroe mengatakan:

    memang bener semua itu kudu ada aturanya meski hanya mengunduh bbenih

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih :D

  12. BENY KADIR mengatakan:

    Tanaman jenis apa ni,Mas?
    Baru tau di sini tanaman yg unik ini.

    Terimakasih atas kunjungan ke blog saya.
    Salam kenal dari Flores.

  13. attayaya mengatakan:

    pantunnya langsung kumasukkan ke attayaya.com
    hehehehe.. mantap lah pokoknya