12 Kesepakatan Kopenhagen.

Tanggal : 3 Januari 2010 Oleh : Aldy. Kategori Kabar Utama.

Jika es dikutub utara dan selatan terus mencair, maka salah satu Negara Kepulauan Tuvalu bakalan hilang dari muka bumi ini.

Jika ini yang terjadi, maka kesepakatan seratus sepuluh pemimpin dunia yang hadir ada COP di Kopenhagen tempo hari menjadi sia-sia.

Penyebabnya tidak lain, masih negara-negara kaya seperti Amerika Serikat yang menjadi biang keroknya.  Bukannya menjadi pelopor pengurangan emisi, tetapi malah menjadi pelopor penolakan pengurangan emisi secara signifikan.

Sementara Indonesia sendiri juga masih berkutat dengan tingginya emisi akibat pembukaan lahan gambut yang dijadikan perkebunan sawit.  Padahal para ahli sudah mengingatkan berkali-kali bahwa lahan gambut merupakan penyumbang emisi terbesar negeri ini.  Selain lahan gambut ternyata listrik kita juga merupakan penyumbang emisi yang besar.  Pemerintah hendaknya segera mengambil langkah kongkrit untuk segera menyelesaikan masalah ini.

Sebaiknya skema REDD ( hasil COP ke 13 dibali ) untuk sementara waktu sebaiknya ditelaah kembali.  “Pekerjaan rumah didepan mata adalah menghentikan pembukaan hutan dan lahan gambut”, demikian dituturkan oleh Bustar Maitar, juru kampanye hutan Greenpeace Asia Tenggara.

Untuk lebih jelasnya hasil yang dicapai pada COP di Kopenhagen, coba simak sepuluh kepekatan Kopenhagen berikut ini :

  1. Memandang bahwa perubahan iklim merupakan salah satu tantangan terbesar. Karena itu kenaikan suhu harus ditekan dibawah 2 persen atas basis keadilan dan konteks pembangunan masing-masing negara.
  2. Sepakat dengan pengurangan emisi, dengan basis ilmiah dan keadilan.
  3. Melakukan kerjasama adaptasi perubahan iklim, terutama memberikan bantuan kepada negara berkembang dan yang paling rentan terhadap ancaman dampak perubahan iklim.
  4. Kelompok negara maju yang tergabung dalam Annex I, mengembalikan fomulir yang harus diisi dengan komitmen target besaran pengurangan emisi pada pada 2020.  Memangnya ujian nasional ? dan harus mengembalikan pada tahun 2020 ? kesepakatan yang tidak rasional.
  5. Kelompok negara non Annex I mengisi formulir yang berisi rencana aksi migitasi.  Hmmm….sebuah keputusan yang aneh, dalam sebuah pertemuan kok masih harus mengisi formulir segala
  6. Mengakui pentingnya peran REDD dan memberikan insentif untuk membangus mekanisme itu sebagai jalan untuk mengucurkan dana kepada negara berkembang.  Alasan yang Irrasional, perlu dikaji ulang pola REDD dengan penjualan karbon apakah lebih ekonomis dibandingkan dengan penebangan hutan yang terencana dengan baik.
  7. Memberikan insentif kepada negara berkembang untuk mengembangkan pola pembangunan yang rendah emisi.  Bukankah teknologi yang diserap oleh negara berkembang berasal dari negara maju ?
  8. Komitmen bantuan dana US$30 miliar dari negara maju kepada negara berkembang sepanjang tahun 2010-2012, untuk migitasi, adaptasi dan pendanaan REDD. Tidak diketahui dengan jelas polanya seperti apa. Jangan-jangan hanya seperti memberik makan tikus.
  9. Akan dibentuk panel tingkat tinggi untuk mempelajari sumber pendanaan potensial.  Bukankah seharusnya negara maju yang hutannya sudah habis dibabat duluan yang menjadi donatur
  10. Membentuk Copenhagen Green Climate Fund untuk mengatur keuangan
  11. Membentuk mekanisme teknologi untuk mempercepat pengembangan dan transfer teknologi demi mendukung upaya adaptasi dan migitasi
  12. Menyerukan penilaian terhadap pelaksanaan kesepakatan ini selesai pada tahun 2015

Bagaimana pendapat anda ?

Ilustrasi gambar : http://www.offsetcarbonfootprint.org

File Yang Anda Cari ?

50 Komentar pada : 12 Kesepakatan Kopenhagen.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Deka mengatakan:

    Pertamaxxxxxx Mode ON
    Sebentar baru liat judul, sepertinya menarik soalnya ada kopenhagen [makananan apa ya...?? ] segala..
    Deka´s last blog ..Hijau Daun Dewi My ComLuv Profile

  2. Deka mengatakan:

    Keduaxxxx Mode ON
    mmmmm oooooo eeeeeee iiiiiiii begitu…
    Deka´s last blog ..Hijau Daun Dewi My ComLuv Profile

  3. Deka mengatakan:

    Ketigaxxxx mode ON
    Pokoknya Go Greeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen aja deh….
    Deka´s last blog ..Hijau Daun Dewi My ComLuv Profile

  4. Hanif Ilham M mengatakan:

    bukannya masih menjadi konspirasi yah? bingung juga sih, salah satu peneliti amerika mengatakan iklim akan turun suhunya, kutub utara menjadi dingin, tapi ada yang bilang juga menjadi panas, kemudian data tentang kenaikan suhu juga katanya dimanipulasi, wah, banyak sekali berita yang simpang siur,,,
    Hanif Ilham M´s last blog ..Benci Hujan, Benci Panas? My ComLuv Profile

    • Indo Hijau mengatakan:

      Konspirasi ? masih belum berani terang-terangan bro. Ntar kita dipersalahkan karena menuduh dengan bukti yang kurang jelas. Memang bau-baunya sudah lama tercium seperti itu.
      Ada sebagian ilmuwan yang meyakini jika iklim akan turun, tetapi sebagian lagi mengatakan suhu akan bertambah naik. Masih simpang siur.

  5. anak indonesia mengatakan:

    semoga pertanyaan mu bisa terjawab

  6. alamendah mengatakan:

    Ini kemarin yang tak cari-cari mo bikin postingan. Belum selesai nulisnya malah udah diselip.
    alamendah´s last blog ..Nagasari Pohon Anti Tenung My ComLuv Profile

  7. alamendah mengatakan:

    Hasil yang kurang sebanding dengan harapan kita semua.
    alamendah´s last blog ..Nagasari Pohon Anti Tenung My ComLuv Profile

  8. Planet Orange mengatakan:

    Ini ada kaitannya dengan pemanasan global kah, setahu saya pemanasan global itu tidak terjadi seperti yang selama ini kita tahu…
    Planet Orange´s last blog ..Infoll – info lalulintas terupdate My ComLuv Profile

  9. made gelgel mengatakan:

    gawat nih kalo gini terus :(

  10. guskar mengatakan:

    td pagi saya dengar di radio, pencinta lingkungan indonesia menggugat perwakilan indonesia yg katanya ikut berhasil mengusulkan beberapa hal yg masuk dalam kesepakatan, ternyata 12 kesepakatan tsb nggak sesuai dng apa yg dilaporkan oleh perwakilan indonesia

    • Indo Hijau mengatakan:

      Baguslah jika memang benar pecinta lingkungan mau menggugat delegasi Indonesia, tetapi apa Indonesia juga mampu menghadapi tekanan dari negara-negara maju ?

  11. Alfaro Lamablawa mengatakan:

    wah postingan bagus. point no 2. Presiden menargetkan akan mengurangi emisi 26% dari kondisi tanpa pengurangan pada 2020.
    mampu tercapai kah?

    • Indo Hijau mengatakan:

      Sebuah target yang ambisius sebenarnya mas, tetapi mungkin itu sebagai pemicu agar para pejabat daerah juga tidak semaunya mengekspoitasi hutan. Karena selama ini para pejabat daerah juga semaunya.

  12. Cak win mengatakan:

    Wah makin parah aja
    Cak win´s last blog ..Mengetahui Informasi suatu gambar dengan GIMP My ComLuv Profile

  13. abifasya mengatakan:

    telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan manusia
    abifasya´s last blog ..Agar Hidup Ini “SeLAMat” My ComLuv Profile

  14. dobleh yang malang mengatakan:

    sangat sangat prihatin atas segala yg terjadi di zagat rayadan penghuninya
    salam hangat dari blue
    dobleh yang malang´s last blog ..Ketika blue jatuh cinta II My ComLuv Profile

  15. ceuceusovi mengatakan:

    ini blog mas Aldy yang lain lagi..

    *saya tidak terlalu mengikuti berita ini.. yang saya tau saat pertemuan di Bali itu, perdebatan tentang pengurangan emisi terjadi dengan sangat alot karena arogansi negara2 maju. Ah..semua pasti tentang benturan kepentingan ya mas.. Semoga saja tidak ada kata/usaha terlambat untuk terus memperjuangkan masalah lingkungan hidup ini … go green.. !!

    • Indo Hijau mengatakan:

      Banyak versi yang beredar Teh Ceuceu, bukan hanya arogansi negara majua, tetapi para broker non modal yang juga nekad ingin berdagang karbon juga memperkeruh suasana.
      Kita hanya bisa melakukan yang bisa kita lakukan.