12 Kesepakatan Kopenhagen.
Jika es dikutub utara dan selatan terus mencair, maka salah satu Negara Kepulauan Tuvalu bakalan hilang dari muka bumi ini.
Jika ini yang terjadi, maka kesepakatan seratus sepuluh pemimpin dunia yang hadir ada COP di Kopenhagen tempo hari menjadi sia-sia.
Penyebabnya tidak lain, masih negara-negara kaya seperti Amerika Serikat yang menjadi biang keroknya. Bukannya menjadi pelopor pengurangan emisi, tetapi malah menjadi pelopor penolakan pengurangan emisi secara signifikan.
Sementara Indonesia sendiri juga masih berkutat dengan tingginya emisi akibat pembukaan lahan gambut yang dijadikan perkebunan sawit. Padahal para ahli sudah mengingatkan berkali-kali bahwa lahan gambut merupakan penyumbang emisi terbesar negeri ini. Selain lahan gambut ternyata listrik kita juga merupakan penyumbang emisi yang besar. Pemerintah hendaknya segera mengambil langkah kongkrit untuk segera menyelesaikan masalah ini.
Sebaiknya skema REDD ( hasil COP ke 13 dibali ) untuk sementara waktu sebaiknya ditelaah kembali. “Pekerjaan rumah didepan mata adalah menghentikan pembukaan hutan dan lahan gambut”, demikian dituturkan oleh Bustar Maitar, juru kampanye hutan Greenpeace Asia Tenggara.
Untuk lebih jelasnya hasil yang dicapai pada COP di Kopenhagen, coba simak sepuluh kepekatan Kopenhagen berikut ini :
- Memandang bahwa perubahan iklim merupakan salah satu tantangan terbesar. Karena itu kenaikan suhu harus ditekan dibawah 2 persen atas basis keadilan dan konteks pembangunan masing-masing negara.
- Sepakat dengan pengurangan emisi, dengan basis ilmiah dan keadilan.
- Melakukan kerjasama adaptasi perubahan iklim, terutama memberikan bantuan kepada negara berkembang dan yang paling rentan terhadap ancaman dampak perubahan iklim.
- Kelompok negara maju yang tergabung dalam Annex I, mengembalikan fomulir yang harus diisi dengan komitmen target besaran pengurangan emisi pada pada 2020. Memangnya ujian nasional ? dan harus mengembalikan pada tahun 2020 ? kesepakatan yang tidak rasional.
- Kelompok negara non Annex I mengisi formulir yang berisi rencana aksi migitasi. Hmmm….sebuah keputusan yang aneh, dalam sebuah pertemuan kok masih harus mengisi formulir segala
- Mengakui pentingnya peran REDD dan memberikan insentif untuk membangus mekanisme itu sebagai jalan untuk mengucurkan dana kepada negara berkembang. Alasan yang Irrasional, perlu dikaji ulang pola REDD dengan penjualan karbon apakah lebih ekonomis dibandingkan dengan penebangan hutan yang terencana dengan baik.
- Memberikan insentif kepada negara berkembang untuk mengembangkan pola pembangunan yang rendah emisi. Bukankah teknologi yang diserap oleh negara berkembang berasal dari negara maju ?
- Komitmen bantuan dana US$30 miliar dari negara maju kepada negara berkembang sepanjang tahun 2010-2012, untuk migitasi, adaptasi dan pendanaan REDD. Tidak diketahui dengan jelas polanya seperti apa. Jangan-jangan hanya seperti memberik makan tikus.
- Akan dibentuk panel tingkat tinggi untuk mempelajari sumber pendanaan potensial. Bukankah seharusnya negara maju yang hutannya sudah habis dibabat duluan yang menjadi donatur
- Membentuk Copenhagen Green Climate Fund untuk mengatur keuangan
- Membentuk mekanisme teknologi untuk mempercepat pengembangan dan transfer teknologi demi mendukung upaya adaptasi dan migitasi
- Menyerukan penilaian terhadap pelaksanaan kesepakatan ini selesai pada tahun 2015
Bagaimana pendapat anda ?
Ilustrasi gambar : http://www.offsetcarbonfootprint.org
File Yang Anda Cari ?
50 Komentar pada : 12 Kesepakatan Kopenhagen.
Categories
Recent Post
Recent Comments
- Indo Hijau: Salam Kenal Mas, judul Jangan basa-basi kayak
- Erdien: Salam kenal Mas Saya baru mampir di sini :-)
- Indo Hijau: Well, saya tidak ingin memvonis atau apapun i
- Rudi: Menurut saya harus dilihat yang mana statment
- Indo Hijau: Sikap waspada memang harus selalu dijaga kang
- Indo Hijau: Xixixi...ada bang Mandor Tempe rupanya, Hal
- Indo Hijau: Mengenai komentar dari Dinas Kehutanan Kalima
- Indo Hijau: Bung Rudi, pertanyaan saya apakah anda tahu h
- Indo Hijau: :D bung Rudi alangkah lebih baiknya jika anda
- Indo Hijau: Kalau yang ini entahlah kang, kang ada pelaku
Top Comentators
-
Rudi (4)
alamendah (3)
abifasya (2)
antoni tan (1)
ariyanto batjoe (1)
Erdien (1)
iskandaria (1)
Khery Sudeska (1)
mandor tempe (1)
Merza (1)
Pertamaxxxxxx Mode ON
Sebentar baru liat judul, sepertinya menarik soalnya ada kopenhagen [makananan apa ya...?? ] segala..
Deka´s last blog ..Hijau Daun Dewi
(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
*ngikut
alamendah´s last blog ..Nagasari Pohon Anti Tenung
Wow…silahkan kang Alam. Saya malah nggak pernah kebagian pertamax ditempat kang alam.
Kalau mau baca memang harus lihat judul dulu atuh.
Keduaxxxx Mode ON
mmmmm oooooo eeeeeee iiiiiiii begitu…
Deka´s last blog ..Hijau Daun Dewi
Ya…, absen sudah diisi. Silahkan duduk dipojok kanan, kursi yang paling ujung. ya…ya….disitu.. bagus.
Siap Pak, Lanjutken….
Deka´s last blog ..Kebiasaan Buruk Mahasiswa
Ketigaxxxx mode ON
Pokoknya Go Greeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen aja deh….
Deka´s last blog ..Hijau Daun Dewi
Belum green bro, masih mgreen…
mmmm mgreen…???? x+2x-3x+sin2x=0 carilah nilai x..???
Deka´s last blog ..Kebiasaan Buruk Mahasiswa
x+2x-3x+sin2x=0 carilah nilai x..???=
Jawabannya :
x+2x=3x
3x-3x=0
sin2x=0,
berapa nilai x ? Mau dinilai berapa ?
Indo Hijau´s last blog ..12 Kesepakatan Kopenhagen.
hahahhaahah, aya aya wae..
Deka´s last blog ..Darso – Kahayang Keukeuh
bukannya masih menjadi konspirasi yah? bingung juga sih, salah satu peneliti amerika mengatakan iklim akan turun suhunya, kutub utara menjadi dingin, tapi ada yang bilang juga menjadi panas, kemudian data tentang kenaikan suhu juga katanya dimanipulasi, wah, banyak sekali berita yang simpang siur,,,
Hanif Ilham M´s last blog ..Benci Hujan, Benci Panas?
Konspirasi ? masih belum berani terang-terangan bro. Ntar kita dipersalahkan karena menuduh dengan bukti yang kurang jelas. Memang bau-baunya sudah lama tercium seperti itu.
Ada sebagian ilmuwan yang meyakini jika iklim akan turun, tetapi sebagian lagi mengatakan suhu akan bertambah naik. Masih simpang siur.
semoga pertanyaan mu bisa terjawab
Pertanyaan siapa sob ? Pertanyaannya mas hanif ?
Ini kemarin yang tak cari-cari mo bikin postingan. Belum selesai nulisnya malah udah diselip.
alamendah´s last blog ..Nagasari Pohon Anti Tenung
Posting saja kang, kan nggak susah tinggal copas buatkan linknya kesini…
Tidak ada larang dari Admin Indohijau.
Hasil yang kurang sebanding dengan harapan kita semua.
alamendah´s last blog ..Nagasari Pohon Anti Tenung
Memang sangat jauh dari harapan Kang, 110 kepala negara berkumpul untuk memecahkan masalah ini, eh keluar malah formulir isian.
Ini ada kaitannya dengan pemanasan global kah, setahu saya pemanasan global itu tidak terjadi seperti yang selama ini kita tahu…
Planet Orange´s last blog ..Infoll – info lalulintas terupdate
Bisakah Adipati menjelaskan kepada para undangan yang Adipati maksudkan ?
Saya sependapat dengan adipati kanjeng kang mas Aldy, Mohon Adipati dari kadipaten planet orange bisa mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan lebih detail..??
Deka´s last blog ..Darso – Kahayang Keukeuh
dari yang saya baca tentang latar belakang REDD ini, dikatakan bahwa hutan gambut menyimpan CO2 yang sangat banyak, sehingga jika hutan gambut di ubah menjadi lahan pertanian, maka gas emisi dalam jumlah besar akan lepas ke udara.
ganda´s last blog ..Which CMS Do You Prefer?
Yup, lahan gambut memang penyumbang terbesar CO2, tetapi sepertinya tingkat kesadaran publik maupun petinggi negeri ini masih rendah. Lahat gambut malah dijadikan perkebunan sawit.
Indo Hijau´s last blog ..12 Kesepakatan Kopenhagen.
gawat nih kalo gini terus
Benar Bro, bisa-bisa mimpi kosong 2012 menjadi kenyataan.
td pagi saya dengar di radio, pencinta lingkungan indonesia menggugat perwakilan indonesia yg katanya ikut berhasil mengusulkan beberapa hal yg masuk dalam kesepakatan, ternyata 12 kesepakatan tsb nggak sesuai dng apa yg dilaporkan oleh perwakilan indonesia
Baguslah jika memang benar pecinta lingkungan mau menggugat delegasi Indonesia, tetapi apa Indonesia juga mampu menghadapi tekanan dari negara-negara maju ?
wah postingan bagus. point no 2. Presiden menargetkan akan mengurangi emisi 26% dari kondisi tanpa pengurangan pada 2020.
mampu tercapai kah?
Sebuah target yang ambisius sebenarnya mas, tetapi mungkin itu sebagai pemicu agar para pejabat daerah juga tidak semaunya mengekspoitasi hutan. Karena selama ini para pejabat daerah juga semaunya.
Wah makin parah aja
Cak win´s last blog ..Mengetahui Informasi suatu gambar dengan GIMP
Beginilah kenyataan yang harus kita hadapi cak, abis mau bagaimana lagi ?
telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan manusia
abifasya´s last blog ..Agar Hidup Ini “SeLAMat”
Tanda-tanda sudah kelihatan memang, tetapi alangkah lebih baik kita memulai dari pada tidak sama sekali.
sangat sangat prihatin atas segala yg terjadi di zagat rayadan penghuninya
salam hangat dari blue
dobleh yang malang´s last blog ..Ketika blue jatuh cinta II
Salam HangetDob, masih jatuh cinta ?
ini blog mas Aldy yang lain lagi..
*saya tidak terlalu mengikuti berita ini.. yang saya tau saat pertemuan di Bali itu, perdebatan tentang pengurangan emisi terjadi dengan sangat alot karena arogansi negara2 maju. Ah..semua pasti tentang benturan kepentingan ya mas.. Semoga saja tidak ada kata/usaha terlambat untuk terus memperjuangkan masalah lingkungan hidup ini … go green.. !!
Banyak versi yang beredar Teh Ceuceu, bukan hanya arogansi negara majua, tetapi para broker non modal yang juga nekad ingin berdagang karbon juga memperkeruh suasana.
Kita hanya bisa melakukan yang bisa kita lakukan.